LEBAK,TEROPONGKATULISTIWA.MY.ID
Masyarakat adat Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten, akan kembali menggelar Pawai Budaya Seren Taun pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan yang mengangkat tema budaya dan tradisi masyarakat adat tersebut dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam poster kegiatan, pawai budaya tersebut mengusung nama “Rute Pawai (Leumpang Nganjang)”, dengan perjalanan melintasi sejumlah wilayah di kawasan Citorek dan berakhir di kawasan Imah Geude/Rumah Jaro Adat.
Pawai budaya ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Seren Taun Kasepuhan Citorek, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan, merawat dan meneruskan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Seren Taun pada masyarakat adat Sunda pada dasarnya memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian, khususnya panen padi, sekaligus menjadi momentum kebersamaan dan doa untuk keberlangsungan kehidupan serta hasil pertanian pada musim berikutnya.
Pawai Budaya Menyusuri Sejumlah Kampung
Dalam poster kegiatan, rute Leumpang Nganjang memperlihatkan perjalanan pawai yang melibatkan sejumlah wilayah di kawasan Citorek. Rute tersebut antara lain melewati kawasan Desa Citorek Kidul, Desa Citorek Tengah, Desa Citorek Barat dan Desa Citorek Sabrang, sebelum menuju kawasan rumah adat.
Peserta nantinya akan berjalan bersama mengikuti rute yang telah ditentukan. Pawai tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi masyarakat dari berbagai wilayah Kasepuhan Citorek.
Nuansa tradisional akan menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut. Masyarakat diharapkan dapat menampilkan berbagai bentuk kesenian, busana, serta simbol-simbol budaya yang mencerminkan identitas masyarakat adat Citorek.
Kegiatan seperti ini juga memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Tradisi Seren Taun sendiri dikenal sebagai salah satu tradisi masyarakat Sunda yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan agraris, rasa syukur dan kebersamaan masyarakat.
Libatkan Generasi Muda
Pawai Budaya Seren Taun Kasepuhan Citorek juga menjadi kesempatan untuk melibatkan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan.
Kehadiran anak-anak dan kaum muda dalam berbagai kegiatan adat diharapkan dapat menjadi proses regenerasi, sehingga nilai-nilai budaya tidak berhenti pada generasi sebelumnya.
Melalui pawai, generasi muda dapat mengenal kembali berbagai bentuk tradisi yang hidup di tengah masyarakat, sekaligus memahami bahwa kebudayaan lokal merupakan bagian dari identitas dan kekayaan daerah.
Kasepuhan Banten Kidul sendiri memiliki tradisi pertanian dan budaya yang kuat, dengan Seren Taun menjadi salah satu ritual penting dalam kehidupan masyarakat adat.
Momentum Promosi Budaya Citorek
Selain sebagai kegiatan adat dan budaya, Pawai Budaya Seren Taun Kasepuhan Citorek berpotensi menjadi daya tarik bagi masyarakat luar daerah yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan dan kebudayaan masyarakat adat di Kabupaten Lebak.
Kehadiran pengunjung dari luar kawasan juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM, pedagang lokal, serta sektor ekonomi kreatif dan pariwisata masyarakat.
Karena itu, penyelenggaraan kegiatan budaya seperti Seren Taun tidak hanya penting dari sisi pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata budaya Kabupaten Lebak.
Dengan digelarnya Pawai Budaya Seren Taun Kasepuhan Citorek pada 20 September 2026, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan dan mengenalkan kekayaan budaya Citorek kepada generasi mendatang.
(14/9/2026)( Jamaludin)
