LEBAK,TEROPONGKATULISTIWA.MY.ID
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Lebak menyuarakan penolakan terhadap program Turbo Prioritas Maxim yang disebut mematok biaya Rp15 ribu untuk masa penggunaan selama tiga jam.
Penolakan tersebut disampaikan melalui poster bertajuk “Lebak Bergerak, Maksim Lebak Menolak Keras!” yang beredar di media sosial. Dalam poster itu, para pengemudi menyampaikan sejumlah keberatan terhadap program yang dinilai dapat menambah beban biaya operasional mitra driver.(14/9/2026)
Program Turbo sendiri merupakan fitur berbayar yang memberikan status prioritas kepada pengemudi. Informasi mengenai program tersebut juga ditemukan pada sejumlah sumber publik yang menyebutkan biaya Rp15 ribu dan masa berlaku tiga jam.
Dalam tuntutannya, komunitas driver yang mengatasnamakan “Maksim Lebak Bersatu” meminta agar program langganan Turbo Rp15 ribu per tiga jam dihapus, khususnya di wilayah Banten dan sekitarnya.
Dinilai Membebani Driver, para pengemudi menyebut program tersebut berpotensi merugikan karena biaya atau potongan yang harus dikeluarkan dinilai tidak sebanding dengan pendapatan harian.
Mereka juga menilai sistem prioritas berbayar dapat menciptakan persaingan yang dianggap tidak sehat antara driver yang menggunakan program Turbo dengan driver reguler.
Selain persoalan pendapatan, para pengemudi menyoroti aspek keselamatan. Target kerja selama masa program disebut berpotensi membuat pengemudi terburu-buru mengejar orderan agar biaya yang telah dikeluarkan dapat kembali.
“Program ini bukan solusi, melainkan bentuk eksploitasi yang sangat membebankan mitra driver,” demikian salah satu pesan yang tercantum dalam poster tuntutan tersebut.
Minta Sistem Pembagian Order Lebih Adil, Para pengemudi juga menyampaikan tuntutan agar sistem pembagian order dikembalikan pada mekanisme yang dianggap lebih adil dan merata bagi seluruh mitra.
Mereka meminta tidak ada perlakuan berbeda atau “kasta” berdasarkan penggunaan program tertentu.
Selain itu, para driver mendorong adanya evaluasi terhadap tarif dasar serta potongan aplikasi, dengan mempertimbangkan keberlangsungan dan kesejahteraan pengemudi.
Mereka juga meminta agar perwakilan komunitas driver lokal dilibatkan dalam setiap proses pembahasan maupun pengambilan kebijakan baru yang berkaitan dengan mitra pengemudi.
Menurut salah satu perwakilan Maxim Driver Lebak, Bonge (sapaan ) mengatakan ,”itu sangat merugikan driver,selain itu juga menimbulkan resiko tinggi dan persaingan yang kurang sehat ,” tuturnya.
Persoalan Turbo Jadi Sorotan Driver di Sejumlah Daerah, Keluhan mengenai sistem Turbo Maxim bukan hanya muncul di Lebak. Pada September 2026, pengemudi Maxim di Sumatera Barat juga menyampaikan keberatan terhadap sistem tersebut. Dalam aksi di DPRD Sumatera Barat, pengemudi meminta agar fitur Turbo dihapus karena dinilai membuat driver harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh prioritas order.
Sementara itu, aplikasi resmi Maxim yang tersedia di Google Play masih mencantumkan layanan transportasi Maxim dan diperbarui pada 9 September 2026.
Bagi pengemudi di Lebak, persoalan tersebut kini menjadi perhatian karena menyangkut biaya operasional, pendapatan, pemerataan order, serta keselamatan saat bekerja di jalan raya.
Para driver berharap pihak aplikator dapat membuka ruang dialog dengan komunitas pengemudi sehingga kebijakan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kesejahteraan para mitra di lapangan.
(Jamal)
