LEBAK – Teropongkatulistiwa.my.id
Musim kemarau yang berkepanjangan kembali membawa bencana bagi warga di wilayah terpencil. Sebuah kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Si jago merah berhasil melahap habis empat unit rumah warga dalam waktu singkat.Sabtu(5/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kondisi pasca-kebakaran tampak memprihatinkan. Puing-puing kayu hangus dan sisa-sisa atap seng berserakan di mana-mana. Asap tebal masih mengepul dari reruntuhan bangunan, menandakan api baru saja padam atau masih menyisakan bara panas.
Warga Berjibaku dengan Alat Seadanya
Kesaksian warga di lapangan menunjukkan betapa sulitnya upaya pemadaman dilakukan. Tanpa akses mobil pemadam kebakaran yang mampu menjangkau lokasi, warga terpaksa berjibaku memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember, galon, dan selang air tradisional. Mereka bergotong royong membentuk rantai manusia untuk mengoper air demi menyelamatkan bangunan lain yang belum terbakar.

Namun, upaya heroik warga terkendala oleh faktor alam. Krisis air bersih akibat musim kemarau membuat sumber air di sekitar lokasi sangat minim. Sumur-sumur warga dikabarkan mengering atau debitnya menurun drastis, sehingga perjuangan memadamkan api menjadi semakin berat dan melelahkan.
Kerugian Material dan Dampak Psikologis
Kepala Desa Citorek Sabrang ,Suarta, mengungkapkan bahwa keempat rumah yang hangus merupakan hunian utama bagi keluarganya masing-masing. Selain bangunan fisik, seluruh perabotan rumah tangga, pakaian, dan dokumen penting ikut ludes terbakar.
“Kami sangat berduka cita atas musibah ini. Saat ini prioritas kami adalah mendata korban dan memberikan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Selain itu, kepala Desa Citorek Sabrang juga menjelaskan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 6 pagi ,Sabtu(5/9/2026) , sementara BPBD Kabupaten Lebak masih dalam perjalanan untuk meninjau ke tempat kebakaran .
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan BPBD Kabupaten Lebak. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kelalaian penggunaan api terbuka di tengah cuaca kering dan angin kencang.
Imbauan Waspada Bencana Kekeringan
Melihat peristiwa ini, Polresta/Polres Lebak bersama BPBD kembali mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah rawan kekeringan seperti Citorek, untuk lebih waspada. Warga diminta untuk tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, memeriksa instalasi listrik secara berkala, dan menyiapkan cadangan air di musim kemarau.
Pemerintah daerah juga diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan logistik dan teknis, termasuk penyediaan tangki air bersih (water booger) bagi warga yang terdampak kebakaran maupun kekeringan.
Solidaritas antarwarga Citorek Sabrang memang patut diapresiasi. Di tengah keterbatasan air dan alat, semangat gotong royong mereka menjadi benteng terakhir menghadapi ganasnya si jago merah. Namun, tanpa dukungan infrastruktur dan kesiapsiagaan bencana yang memadai, tragedi serupa berpotensi terulang kembali di musim kemarau tahun ini. (Mal/Apih)
