Bogor– Teropongkatulistiwa.my.id
Semangat melestarikan budaya dan mempererat tali silaturahmi kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026 yang akan digelar pada 11–12 Agustus 2026 di Kampung Baru Karamat RT 003 RW 009, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan tersebut adalah Pawai Dongdang, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Kamis (6/8/2026)
Rebo Wekasan merupakan tradisi yang telah lama dikenal oleh masyarakat di berbagai daerah di Pulau Jawa. Tradisi ini biasanya diperingati pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Bagi sebagian masyarakat, momentum tersebut dimaknai sebagai waktu untuk memperbanyak doa, bersedekah, mempererat persaudaraan, serta memohon perlindungan dan keberkahan kepada Allah SWT.
Di Kampung Baru Karamat, tradisi tersebut dikemas dalam sebuah perayaan budaya bertajuk Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan dan budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda dan para pengunjung.
Pawai Dongdang menjadi daya tarik utama dalam festival ini. Warga dari berbagai RT, RW, komunitas, serta kelompok masyarakat akan membawa dongdang yang dihias dengan beragam hasil bumi, buah-buahan, sayuran, serta ketupat. Seluruh hasil bumi tersebut disusun dengan penuh kreativitas sehingga membentuk arak-arakan yang indah dan sarat makna.
Ketupat yang dibawa dalam pawai melambangkan rasa syukur atas nikmat dan rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Sementara hasil bumi menjadi simbol kemakmuran, kerja keras para petani, serta harapan agar hasil panen dan kehidupan masyarakat semakin diberkahi.
Selain sebagai simbol rasa syukur, Pawai Dongdang juga mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, seperti gotong royong, kekompakan, toleransi, dan kebersamaan. Persiapan pawai dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, mulai dari menghias dongdang, menyiapkan ketupat, mengumpulkan hasil bumi, hingga mengatur jalannya arak-arakan. Seluruh proses tersebut menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan yang masih terjaga di tengah perkembangan zaman.
Panitia penyelenggara berharap Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026 mampu menjadi agenda budaya tahunan yang semakin dikenal luas. Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi warisan leluhur.
Di sisi lain, kegiatan ini juga diyakini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung diperkirakan akan meningkatkan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, pengrajin, serta sektor pariwisata lokal di kawasan Kecamatan Cisarua.
Keindahan alam Cisarua yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bogor menjadi nilai tambah tersendiri bagi penyelenggaraan festival ini. Perpaduan antara kekayaan budaya, nuansa religius, serta panorama alam diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Melalui Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026, masyarakat diajak untuk terus menjaga warisan budaya sebagai identitas bangsa. Tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi menjadi perekat persatuan yang menghubungkan generasi terdahulu dengan generasi masa kini dan masa depan.
Panitia mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Bogor maupun daerah lainnya untuk hadir dan ikut memeriahkan festival yang akan berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 di Kampung Baru Karamat RT 003 RW 009, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Mari bersama menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya, mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta merayakan keberkahan melalui Pawai Dongdang dalam Rebo Wekasan Ketupat Fest 2026, agar tradisi luhur ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi-generasi yang akan datang.(Red)
