LEBAK –Tetopongkatulistiwa.my.id
Pemasangan instalasi kabel listrik di lingkungan SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, menuai sorotan. Hasil pantauan awak media di lapangan menunjukkan dugaan pekerjaan yang belum memenuhi standar teknis, terutama terkait kelengkapan pelindung kabel yang berisiko mengancam keselamatan.
Berdasarkan pengamatan pada Rabu (22/7/2026), pipa pelindung kabel atau paralon hanya terpasang pada jalur yang masuk ke dalam dinding. Sementara itu, kabel yang membentang di atas rangka atap baja ringan justru dibiarkan tanpa pelindung tambahan.
Kondisi ini dinilai berbahaya. Kabel yang bersentuhan langsung dengan rangka logam dikhawatirkan akan mengalami gesekan terus-menerus, sehingga merusak lapisan isolasi pelindung dalam jangka panjang. Hal ini berpotensi memicu korsleting listrik, kebakaran, hingga membahayakan keselamatan siswa, guru, dan warga sekolah.
Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu pekerja mengakui pemasangan pelindung hanya terbatas pada jalur tembok. “Kalau di tembok dipasang, Pak,” ujarnya singkat.
Pihak terkait menegaskan pembangunan fasilitas pendidikan wajib mengutamakan standar keselamatan setinggi-tingginya. Penggunaan pelindung kabel di seluruh jalur, termasuk yang melintasi rangka atap, mutlak diperlukan untuk mencegah kerusakan akibat gesekan, suhu, maupun faktor cuaca.
Masyarakat berharap instansi berwenang segera turun melakukan verifikasi teknis. Jika terbukti ada ketidaksesuaian, pelaksana diharapkan segera memperbaiki pekerjaan demi menjamin keamanan jangka panjang di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.(Red)
