Lebak – Teropongkatulistiwa.my.id
Di balik rimbunnya pepohonan dan sejuknya kawasan pegunungan di Kabupaten Lebak, Banten, berdiri sebuah warisan budaya yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Nusantara. Situs Cagar Budaya Lebak Kosala, yang berada di Desa Lebakgedong, Kecamatan Lebakgedong, merupakan salah satu peninggalan megalitik terpenting di Provinsi Banten yang hingga kini masih terjaga keberadaannya.
Situs ini berada di kawasan Pegunungan Kendeng dengan luas sekitar empat hektare. Berdasarkan hasil penelitian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, Lebak Kosala merupakan situs dari tradisi megalitik berupa punden berundak yang terdiri atas lima teras. Bangunan tersebut berorientasi timur-barat dengan arah utama menghadap puncak Gunung Kosala. Di sekitar situs juga terdapat kolam yang dipercaya sebagai tempat penyucian diri sebelum masyarakat melaksanakan ritual keagamaan pada masa lampau.
Keunikan situs ini tidak hanya terletak pada struktur punden berundaknya. Di setiap undakan terdapat susunan batu pipih yang membentuk jalur atau tangga penghubung, sehingga memperlihatkan kemampuan masyarakat masa lalu dalam menyusun batu sebagai bagian dari sarana ritual. Selain itu, ditemukan pula batu-batu tegak (menhir) serta batu bulat yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “Batu Pelor” karena bentuknya menyerupai peluru.
Nilai sejarah Lebak Kosala semakin kuat dengan ditemukannya berbagai benda arkeologi, seperti fragmen gerabah, pecahan keramik lokal maupun asing yang diperkirakan berasal dari abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi lokasi aktivitas manusia pada masa lampau dan memiliki hubungan dengan perkembangan budaya di Nusantara.
Salah satu temuan penting yang pernah ditemukan di kawasan ini adalah Arca Kosala, sebuah arca batu setinggi sekitar 50 sentimeter dengan posisi duduk bersila dan kedua tangan terlipat di depan. Sejumlah arkeolog menilai arca tersebut memiliki kemiripan dengan arca perwujudan pada masa Hindu-Buddha akhir, bahkan ada yang menafsirkan sebagai representasi Buddha. Meski demikian, keberadaan arca tersebut kini dilaporkan sudah tidak diketahui lagi.
Selain memiliki nilai arkeologis, Situs Lebak Kosala juga menyimpan nilai budaya yang masih hidup hingga saat ini. Masyarakat setempat meyakini kawasan tersebut sebagai salah satu petilasan Prabu Siliwangi. Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi serta kearifan lokal masyarakat Kabupaten Lebak.
Lebak Kosala juga disebut memiliki keterkaitan dengan masyarakat adat Baduy. Hubungan historis dan budaya tersebut menjadikan situs ini tidak hanya penting sebagai peninggalan arkeologi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat di wilayah selatan Banten.
Saat ini, Situs Cagar Budaya Lebak Kosala telah menjadi salah satu aset budaya yang dilindungi. Keberadaannya diharapkan terus dijaga melalui upaya pelestarian, penelitian, serta pengembangan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Dengan potensi sejarah, budaya, dan alam yang dimiliki, Lebak Kosala menjadi bukti bahwa Kabupaten Lebak menyimpan jejak peradaban kuno yang sangat berharga dan layak dikenal oleh masyarakat luas, sekaligus menjadi warisan budaya bagi generasi mendatang.(Red)
