YOGYAKARTA – Fenomena meteor yang melintas di langit Daerah Istimewa Yogyakarta dan sejumlah wilayah sekitarnya menarik perhatian masyarakat. Selain tampak sebagai cahaya terang yang melesat dengan cepat, sejumlah warga mengaku melihat kilatan berwarna hijau sesaat sebelum meteor tersebut menghilang di balik cakrawala.
Kemunculan meteor itu sempat terekam oleh kamera pemantau langit maupun kamera warga, kemudian videonya ramai beredar di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan penyebab munculnya warna hijau yang terlihat cukup jelas pada lintasan benda langit tersebut.
Fenomena kilatan hijau pada meteor sejatinya bukanlah hal yang asing dalam dunia astronomi. Warna yang tampak saat meteor memasuki atmosfer Bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari komposisi kimia meteoroid, kecepatan saat melaju, hingga interaksi dengan unsur-unsur yang terdapat di atmosfer.
Warna hijau umumnya muncul akibat adanya kandungan logam tertentu, seperti nikel atau magnesium, yang mengalami pemanasan sangat tinggi ketika bergesekan dengan atmosfer. Proses tersebut menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu sehingga tampak berwarna hijau dari permukaan Bumi.
Selain dipengaruhi komposisi meteoroid, warna cahaya juga dapat dipengaruhi oleh ionisasi molekul oksigen di atmosfer. Saat meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi, energi yang dihasilkan mampu mengionisasi gas-gas di atmosfer sehingga memunculkan pancaran cahaya dengan warna yang bervariasi.
Tidak semua meteor memperlihatkan warna yang sama. Sebagian meteor dapat tampak putih, kuning, jingga, merah, biru, atau hijau, bergantung pada unsur penyusunnya serta kondisi atmosfer ketika peristiwa itu terjadi. Faktor seperti sudut pandang pengamat, tingkat kecerahan langit, dan kondisi cuaca juga dapat memengaruhi warna yang terlihat.
Fenomena meteor bercahaya hijau umumnya berlangsung sangat singkat, hanya dalam hitungan detik. Meski demikian, kemunculannya sering kali menarik perhatian karena intensitas cahayanya yang lebih terang dibandingkan meteor biasa.
Para pemerhati astronomi menjelaskan bahwa kemunculan meteor seperti ini merupakan fenomena alam yang lazim terjadi dan tidak berkaitan dengan tanda-tanda bencana maupun peristiwa supranatural. Meteor yang memasuki atmosfer sebagian besar akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi akibat suhu yang sangat tinggi selama proses gesekan.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang mengaitkan fenomena meteor dengan mitos atau kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, fenomena tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu astronomi dan memahami berbagai peristiwa alam yang terjadi di ruang angkasa.
Kemunculan meteor di langit Yogyakarta menjadi pengingat bahwa langit malam menyimpan berbagai fenomena menarik yang dapat diamati. Dengan kondisi cuaca yang mendukung dan minim polusi cahaya, masyarakat masih berpeluang menyaksikan berbagai peristiwa astronomi lainnya pada waktu-waktu tertentu.
