BALIKPAPAN – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung meriah. Penutupan kegiatan dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) beserta jajaran pemerintah, pengurus Dekranas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perajin dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa kerajinan tangan Indonesia merupakan warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi identitas bangsa. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan produk-produk kerajinan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Menurut Mendagri, keberagaman karya kerajinan yang dimiliki Indonesia menjadi kekuatan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Berbagai produk seperti tenun, batik, ukiran, anyaman, hingga kriya berbahan alami dinilai memiliki daya tarik tersendiri yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi para perajin.
Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sektor kerajinan melalui pembinaan, pelatihan, kemudahan akses permodalan, hingga perluasan pemasaran. Dengan dukungan tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.
Selama rangkaian HUT ke-46 Dekranas, berbagai kegiatan digelar mulai dari pameran produk unggulan daerah, forum bisnis, pelatihan, pertunjukan seni budaya, hingga promosi hasil karya perajin dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat maupun calon pembeli dari berbagai daerah.
Mendagri menilai kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas perajin dalam membangun industri kerajinan nasional yang berkelanjutan.
Selain mendorong peningkatan kualitas produk, para perajin juga diingatkan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan global.
Pemerintah juga menaruh perhatian terhadap regenerasi perajin agar keterampilan tradisional tetap diwariskan kepada generasi muda. Keterlibatan anak muda diharapkan dapat menghadirkan inovasi baru tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya kerajinan.
Penutupan HUT ke-46 Dekranas menjadi akhir dari rangkaian kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari. Pemerintah berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan dapat terus berlanjut sehingga sektor kerajinan nasional semakin berkembang, mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan para perajin, serta memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
