SERANG –Teropongkatulistiwa.my.id
Wakil Bupati Lebak menghadiri kegiatan Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Ikatan Keluarga Mahad Assa’adah (IKMA) Kabupaten Serang, pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini mengangkat peran strategis alumni Pondok Pesantren Mahad Assa’adah sebagai perekat pemersatu bangsa dalam menghadapi tantangan perpecahan di era teknologi dan digitalisasi.
Diskusi berfokus pada bagaimana IKMA, alumni pondok pesantren, serta lembaga pendidikan Islam lainnya dapat berdiri di garda terdepan membentengi masyarakat dari potensi perpecahan dan pergolakan informasi.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati Lebak menekankan bahwa alumni Mahad Assa’adah memikul tanggung jawab moral yang besar. Bekal pemahaman agama yang moderat serta wawasan kebangsaan yang kuat diharapkan mampu menjadikan mereka jembatan pemersatu di tengah keberagaman masyarakat.
“Alumni Mahad Assa’adah harus mampu menjadi perekat pemersatu bangsa. Di tengah derasnya arus informasi dan potensi polarisasi saat ini, nilai-nilai kepesantrenan yang inklusif dan rahmatan lil ‘alamin harus membumi, menjadi penyejuk, serta pemersatu di tengah masyarakat Kabupaten Lebak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan akademisi—termasuk para alumni IKMA—dalam menjaga kondusivitas daerah. Karakter tangguh yang ditempa selama pendidikan di pesantren diyakini akan melahirkan pemimpin masa depan Lebak yang visioner sekaligus berintegritas.
Sementara itu, Ketua IKMA menegaskan pihaknya siap berkomitmen menjaga nilai-nilai persatuan dan bersinergi penuh dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam berbagai program sosial dan kemasyarakatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Administrasi Umum Setda Lebak, serta seluruh pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Mahad Assa’adah.(Mal)
